Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Apa yang Sebenarnya Terjadi pada Tarsilah di Sapuran? Kematian Dipertanyakan, Keluarga Desak Polisi Usut Tuntas!

Wonosobo//www.patrolisikcrimial.com

Wonosobo — Pihak keluarga Saudari Tarsilah menyampaikan pengaduan kepada Kepolisian Resor Wonosobo melalui Kepolisian Sektor Sapuran terkait dugaan kematian tidak wajar yang dialami Saudari Tarsilah pada Rabu, 22 Juli 2026.

Peristiwa tersebut diketahui terjadi di rumah korban yang beralamat di RT 039/RW 013, Dusun Batursari, Desa Banyumudal, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo. Berdasarkan informasi awal yang diterima keluarga, sekitar pukul 10.00 WIB korban diduga mengalami keracunan dengan penyebab yang hingga kini belum diketahui secara pasti. Korban kemudian meninggal dunia.

Keluarga menyampaikan bahwa pada saat kejadian terdapat seorang laki-laki yang dikenal dengan nama panggilan Luweh atau Fatoni, yang diketahui berasal dari desa yang sama dengan korban. Berdasarkan pengetahuan keluarga, yang bersangkutan bukan merupakan anggota keluarga korban.

Sejumlah hal dalam rangkaian peristiwa tersebut dinilai keluarga perlu mendapat perhatian dan klarifikasi melalui proses penyelidikan. Salah satunya berkaitan dengan tidak adanya pemberitahuan kepada pihak keluarga maupun warga sekitar ketika korban diduga mengalami kondisi keracunan. Kondisi tersebut, menurut keluarga, menyebabkan tidak adanya kesempatan untuk memberikan pertolongan atau membawa korban ke fasilitas pelayanan kesehatan sejak awal kejadian.

Keluarga juga menyampaikan adanya komunikasi melalui aplikasi WhatsApp. Pada pukul 13.35 WIB, anak korban sempat menghubungi Saudari Tarsilah, namun tidak memperoleh respons. Selanjutnya, pada pukul 13.56 WIB, anak korban kembali mengirimkan pesan untuk memberitahukan bahwa terdapat paket yang datang. Ketika menanyakan keberadaan ibunya, keluarga menerima balasan yang menyebutkan bahwa korban sedang bermain.

Kemudian, pada pukul 15.14 WIB, Saudara Fatoni menghubungi pihak keluarga dan menyampaikan bahwa Saudari Tarsilah berada dalam kondisi kritis di RSU Wonosobo.

Namun, ketika pihak keluarga tiba di rumah sakit, keluarga memperoleh informasi bahwa Saudari Tarsilah telah meninggal dunia. Keluarga juga mendapati jenazah korban telah berada di dalam ambulans dalam keadaan tidak bernyawa.

Rangkaian informasi tersebut membuat pihak keluarga mempertanyakan sejumlah keadaan yang terjadi sebelum dan sesudah korban dinyatakan meninggal dunia. Keluarga menilai diperlukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi, termasuk penyebab kematian korban.

Atas dasar tersebut, pihak keluarga telah menyampaikan pengaduan kepada Kepolisian agar peristiwa ini dapat ditangani secara profesional, objektif, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Keluarga berharap aparat kepolisian dapat menggali keterangan dari seluruh pihak yang mengetahui atau berada di sekitar lokasi kejadian, memeriksa alat bukti dan informasi komunikasi yang berkaitan, serta melakukan langkah-langkah penyelidikan yang diperlukan untuk mengetahui penyebab kematian Saudari Tarsilah secara terang dan objektif.

Keluarga menegaskan bahwa pengaduan tersebut bukan dimaksudkan untuk menuduh pihak tertentu, melainkan sebagai upaya memperoleh kejelasan mengenai rangkaian peristiwa yang terjadi serta memastikan penyebab kematian korban dapat diketahui berdasarkan fakta dan bukti yang sah.

Pihak keluarga berharap proses penyelidikan dapat dilakukan secara menyeluruh sehingga memberikan kepastian hukum, mengungkap fakta yang sebenarnya, dan menghadirkan rasa keadilan bagi keluarga Saudari Tarsilah.


(Tim KJN)​ Ainur rofi ah

Posting Komentar

0 Komentar